Wanita Hebat
Mungkin dia ingat bagaimana pertemuan awal kita.
Memelukku erat dengan penuh kasih sayang.
Bahkan sebelum pertemuan awal, dia sudah memberiku banyak hal...
Pengorbanannya sungguh tak dapat kubalas biarpun aku membeli seluruh isi dunia.
Perjuangan antara hidup dan matinya, membuatku malu akan kesalahan yg sering kuperbuat.
Ketika aku terlahir dalam keadaan tanpa busana dan menangis selayaknya bayi lainnya....
Wanita itu berusaha menghangatkanku
Wanita itu tersenyum ikhlas
Biarpun aku tak ingat bagaimana senyumnya pada kala itu
Saat aku tumbuh menjadi bocah kecil
Dengan penuh perhatian dan kesabaran dia mengajariku tentang kebaikan
Tidak pernah aku merasakan sakitnya ditampar maupun dipukul
Tidak pernah aku menerima cacian sarkasme darinya
Dengan sabar dia mengurusku
Hingga besarlah aku
Mendengar ceritaku di kala kecil, aku malu
Bagaimana bisa aku merengek meronta untuk dibelikan sesuatu?
Bagaimana bisa aku mempermalukan wanita itu?
Tapi, dengan penuh kebijaksanaan, dia meninggalkanku agar aku tak menjadi anak yang manja
Aku teringat, bahwa dulu aku tak lebih dari anak yang merepotkan
Sampai sekarangpun juga
Aku membuat wanita itu kesal
Tapi tak sekalipun kata-kata kasar terucap dari bibirnya
Ketabahannya menghadapi anak seperti aku....
Apa aku mampu menjadi sehebat wanita itu?
Tahun silih berganti
Kini tubuhku lebih tinggi dari wanita itu
Dan rambut wanita itu perlahan menjadi putih
Dia tak sekuat dulu
Tapi masih tetap menyayangi anak-anaknya
Masih tetap bersabar menghadapi perilaku anaknya yang menyakiti hatinya
Masih tetap mengingatkan bahwa shalat itu penting
Masih tetap menasihati bahwa kerudung itu kemuliaan tiap wanita
Dia yang sayang padaku, pada kakak-kakak ku, pada adik ku
Dia yang selalu mendo'akan dalam tiap ibadahnya
Dia yang bersikap istiqomah dalam menjalankan amalan baik
Apakah aku bisa menjadi wanita yang mengagumkan seperti dia?
Waktu terus berputar
Tak bisa kembali
Penyesalan datang tiada henti
Di setiap pergantian tahun
Aku bertekad untuk tidak menyakiti hati wanita itu lagi
Aku berjanji untuk berubah menjadi lebih baik lagi
Tapi, apakah aku sudah membuatnya bahagia?
Apakah aku pernah membuatnya merasa bangga terhadapku?
Wanita hebat dan mengagumkan itu.......
Kusebut dengan nama...
Ibu.

Komentar
Posting Komentar